365 Anak Tangga Menuju Hidup Berkemenangan



“Pada mulanya Allah...” (Kej. 1:1). Alkitab (Bible) diawali dengan tiga kata ini. Alangkah indahnya bila segala sesuatu—termasuk kerinduan dan upaya kita untuk “hidup berkemenangan”—berawal dari Allah dan dimulai bersama-sama dengan Allah.
Mengapa demikian? Sebab bila Allah benar-benar menjadi “Yang Awal”, kita akan mempunyai titik pijak yang kuat dan kokoh. Rute perjalanan hidup kita akan mempunyai titik tujuan yang jelas. Di antara kedua titik itu—titik pijak dan titik tujuan—setiap langkah kita akan mempunyai titik orientasi yang pasti. Itulah yang akan terjadi bila hidup ini dengan setia berpegang pada satu prinsip: “Pada mulanya Allah”.
Realitas Allah, bagi banyak orang, merupakan sesuatu yang terlalu jauh untuk dapat dijangkau dan terlalu asing untuk dapat dikenal. Ini bahkan tercermin dalam ayat-ayat Alkitab. Misalnya, “Yang Mahakuasa itu apa sehingga kami harus beribadah kepada-Nya dan apa manfaatnya bagi kami, kalau kami memohon kepada-Nya?” (Ayb. 21:15).
Atau, “Dapatkah engkau memahami hakikat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit—apa yang dapat kau lakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati—apa yang dapat kau ketahui?” (Ayb. 11:7-8). Sekali lagi, soalnya bukanlah percaya atau tidak percaya, melainkan apa yang harus dipercayai. Apa konkretnya?
Buku 365 Anak Tangga Menuju Hidup Berkemenangan ini lahir dari komitmen Eka Darmaputera untuk menyiapkan bahan pembinaan mingguan bagi warga jemaatnya. Bagi Eka, khotbah saja tidaklah cukup. Warga jemaat perlu dibekali dengan bacaan rohani yang bisa dibaca kapan dan di mana saja ia berada.
Terdapat “365 renungan” yang dapat dibaca dan direnungkan setiap hari bagi umat kristiani. Tujuh tahun lamanya dengan tekun dan setia, Eka menulis karya ini. Semua itu dikerjakannya hanya karena satu hal, yakni “hidup ini harus menjadi berkat sebesar-besarnya bagi sebanyak mungkin orang”.
Aneka topik renungan yang ditulis Eka, berbicara tentang pergumulan iman warga jemaat. Namun semua topik bermuara pada satu tema, yakni meraih hidup berkemenangan. Isi setiap topik mengingatkan kita bahwa segala sesuatu hanya bisa diraih lewat pengorbanan, kerja keras, kesungguhan, dan komitmen yang kuat.
Dalam perjalanan spiritualnya yang dituangkan dalam buku ini, Eka mulai dari yang paling mendasar, yakni hidup bertolak dari Allah dan mulai bersama-sama dengan Allah. Ia ingin kita semua menjalani proses kehidupan ini dengan waspada, kritis terhadap tantangan, dan pilihan yang ditawarkan dunia kepada kita.
Sebagai orang-orang percaya kita diingatkan untuk selalu berpegang teguh pada iman dan nilai-nilai kristiani serta mewujudkan makna beragama dalam kehidupan bersama. Karena itu, kita diajak untuk selalu peka terhadap ajaran dunia yang menyesatkan, dan juga peka terhadap nasib sesama umat manusia tanpa memandang suku, agama, golongan, dan rasnya.
Dalam tulisannya, Eka berupaya menuntun dan mengarahkan hidup kita ke arah dan tujuan yang benar. Ia mengajak kita untuk terus berjuang, tidak cepat putus asa, dan tidak cengeng. Dia selalu membawa kita pada realitas kehidupan yang nyata dan sesungguhnya.
Pdt. Eka Darmaputera, Ph.D. dilahirkan di Magelang, 16 November 1942. Mendiang Eka adalah tokoh yang akrab dan dikenal luas dalam masyarakat lewat ‘pelayanannya’ sebagai seorang pendeta dan amat banyak tulisan yang telah dihasilkannya.
Buku ini merupakan karya Eka yang terakhir menjelang kepergiannya menghadap Sang Khalik. Karyanya ini menorehkan banyak kenangan, mengungkap ziarah spiritualitas mendiang Eka Darmaputera, sekaligus menegaskan seluruh komitmen dan moto hidupnya: “Hidup ini harus menjadi berkat sebesar-besarnya bagi sebanyak mungkin orang”. Dan, hingga akhir hayatnya, dia telah membuktikan komitmennya itu dengan ikhlas.

Drs. Syafruddin Azhar adalah kolumnis dan peneliti pada Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP) Jakarta. (http://dinazhar.multiply.com/reviews/item/6)

Download Di sini

0 komentar: