The Muslim Jesus memuat 303 kisah dan ucapan Yesus yang dihimpun dari berbagai kitab Islam Klasik. Untaian kisah dan ucapan itu memancarkan ajaran moral dan spiritual, terutama mengenai zuhud, tauhid, hari akhir, ilmu dan pesan-pesan sufistik yang unik dan mencerahkan. Gaya penyajiannya sengaja dibiarkan utuh: memadukan kedalaman-makna dan keindahan-sastra sehingga nyaman disimak, mudah dicerna dan menggugah.

Tersaji sebagai sebuah dokumen yang memiliki kedalaman religius, buku ini merupakan sumbangan penting bagi tumbuhnya kesalingpahaman dan dialog lintas budaya dan agama yang sedang dan akan dilakukan, terutama antara Islam dan Kristen.

Download Disini

Added on 02.03



Elisa B Surbakti adalah seorang penulis produktif. Buku karyanya banyak mengenai konseling dan teologi menyangkut relationship, keluarga dan sebagainya. Selain BPK Gunung Mulia, buku-bukunya banya beredar hasil terbitan Gramedia group. Benarkah Yesus Juru Selamat Universal merupakan tulisan yang ditujukan kepada umat Kristiani yang 'menggugat'soal iman Kristen yang universal yang mengutip ayat-ayat dari Bibel.



Jutaan orang percaya di seluruh dunia termasuk kita mungkin telah dibimbing oleh buku Rick Warren, "The Purpose Driven Live" untuk memahami satu hal penting: Allah memiliki sebuah tujuan bagi kita selama kita hidup di dunia ini. Apa tindakan kita? Puaskah hanya mengetahui kebenaran ini? Padahal mengetahui kebenaran saja tanpa melakukannya sama dengan menipu diri sendiri (Yakobus 1:22). Karena itu menerapkan kebenaran adalah mutlak bagi orang percaya.

Melalui buku ini Anda dibimbing tidak hanya untuk menemukan TUJUAN HIDUP yang telah Allah tetapkan bagi Anda, tetapi juga merumuskannya, berkomitmen melakukannya dan akhirnya menerapkannya sampai akhir hidup Anda.

Buku ini mmebantu Anda berjalan pada TUJUAN HIDUP dengan cara:
mengenali SHAPE Anda terlebih dahulu
membimbing Anda untuk menetapkan profesi
mengidentifikasi kondisi Anda saat ini agar Anda mengetahui kelemahan sehingga bisa menetapkan sasaran ke depan.
membantu Anda menetapkan tujuan, program, perencanaan hidup, action plan, dll

Saatnya untuk menemukan tujuan hidup yang telah Allah tetapkan bagi Anda dan berjalan di dalamnya.

Download disini


Cerita dongeng tetaplah menarik bagi siapa saja; tidak hanya
anak-anak!Dongeng dan cerita-cerita rakyat mempesonakan tetapi juga
membuka pikiran serta menyadarkan kita betapa cerita-cerita memiliki
kekuatan untuk membentuk diri seseorang, bahkan masyarakat yang
mendengarnya.

Dalam dongeng dan cerit-cerita rakyat yang terkandung nilai budaya dan
spiritual yang mendalam. Didalamnya tergambar kecemasan, keputusasaan
dan pengharapan, iman dan moralitas dari manusia.

Dalam dongeng dan cerita-cerita rakyat terkandung nilai budaya dan
spiritual yang mendalam. Didalamnya tergambar kecemasan, keputus-asaan
dan pengharapan, iman dan moralitas dari manusia.

Dongeng dan cerita-cerita rakyat kaya akan makna, melampaui bahasanya yang sederhana, mengharukan dan moralnya pun jelas.

Dongeng dan cerita-cerita seperti itulah yang mewarnai buku ini, dengan
menyoroti lima persoalan pokok teologi : Metode-metode teologi, Gerakan
oikumenis, Dialog antar-umat beragama, Misi Kristen dan Teologi politik.

Download disini


Karl Barth adalah seorang teolog terbesar dalam paroan pertama abad ke-20 ini. Kebesarannya nyata dari pikiran-pikirannya yang tertuang dalam karya-karya yang ia tulis terutama dalam dua buku karya utamanya: Tafsiran Surat Roma dan Dogmatika Gereja, yang hingga kini masih saja dibaca dan dibahas para teolog di seluruh dunia. Buku ini adalah cuplikan dari karya-karya Karl Barth yang secara khusus memaparkan gagasan-gagasan kunci dari pemikiran Karl Barth. Buku ini berupaya agar pembaca mendapat informasi langsung dari Karl Barth tentang pokok-pokok pikirannya dalam netuk terjemahan, yang dilakukan oleh seorang pengenal pikiran-pikiran dan pribadinya secara langsung. Pengantar kritis dan catatan-catatan dari Clifford Green atas cuplikan-cuplikan teks ini, yang ditempatkan dalam konteks sejarah Karl Barth, memetakan perkembangan pikirannya dan menunjukkan makna penting teologinya dalam perkembangan teologi Kristen sebagai keseluruhan. Judul buku ini, Karl Barth: Teolog Kemerdekaan, mengacu pada pokok yang merupakan inti dari seluruh karya Karl Barth dalam Dogmatika Gereja, yaitu: Allah yang merdeka mengasihi manusia dalam diri Yesus Kristus dan memerdekakan kita dalam segala bidang kehidupan -politik, kesenian, ilmu pengetahuan dan terutama teologi dan gereja- agar kita dapat hidup dalam perikemanusiaan sambil memuji dan memuliakan-Nya.

Download Disini


Asal Usul Agama Kristen melacak jejak-jejak Kekristenan selama 150 tahun pertama, memperbincangkan lingkungan yang melahirkan Kekristenan, dan menelusuri proses munculnya Kekristenan. Penelusuran ini mengikuti petunjuk yang diberikan oleh ritus-ritus dan institusi-institusi yang sudah sangat biasa, terutama melalui Sakramen Baptis dan Ekaristi yang menjadi pusat kehidupan umat Kristen.

Download di sini

Added on 01.43



Seandainya 60% dari anggota jemaat Anda berusia di bawah 25 tahun, apakah keadaan ini akan mempengaruhi Anda berkhitbah? Jika lebih dari 60% anggota jemaat Anda adalah perempuan, bagaimana hal itu mempengaruhi khotbah Anda ? Bila Anda berkhotbah dengan mengangkat bagian - bagian narasi Alkitab, pernahkah Anda melihat cerita - cerita tersebut dari perspektif perempuan yang terlibat di dalamnya? Pernahkah Anda secara bercanda memakai kata - kata yang menyepelekan orang dengan jenis kelamin yang berbeda? Mengapa? Buku ini berbicara tentang titik temu dua subyek : jender dan khotbah. Disini diuraikan bagaimana cara berkomunikasi yang efektif dengan kaum perempuan.

Download di sini!


Buku ini mengkaji anggapan yang meragukan kebangkitan Yesus secara sistematis sebagai pegangan apologi (pembelaan iman) yang menolong umat untuk mengerti duduk perkara sebenarnya. Iman kepada Kristus yang dibangkitkan dari kematian sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah premise bagi keyakinan-keyakinan selanjutnya (Pdt. Andar Ismail - Dosen STT Jakarta).

Pesan gamblang: Penegasan iman kristiani akan kebangkitan Kristus tidak perlu berlawanan dengan sikap kritis pada temuan ilmiah yang bertanggungjawab. Buku ini unik dan wajib dibaca oleh kalangan akademis maupun umat kristiani yang berminat memperkaya dan merayakan iman secara jujur (Pdt. Joas Adiprasetya - pendeta Gereja Kristen Indonesia).

Membaca buku ini berarti memahami dua hal:
1. kontroversi Makam Keluarga Yesus adalah fiksi mirip novel Da Vinci Code (Dan Brown;
2. studi akademis seputar Alkitab dapat menolong kita untuk lebih memahami dan menghayati pesan dan kebenaran kebangkitan Kristus (Pdt. Martin Lukito Sinaga - pendeta Gereja Kristen Protestan Simalungun)

Download Disini

Added on 02.07



“Pada mulanya Allah...” (Kej. 1:1). Alkitab (Bible) diawali dengan tiga kata ini. Alangkah indahnya bila segala sesuatu—termasuk kerinduan dan upaya kita untuk “hidup berkemenangan”—berawal dari Allah dan dimulai bersama-sama dengan Allah.
Mengapa demikian? Sebab bila Allah benar-benar menjadi “Yang Awal”, kita akan mempunyai titik pijak yang kuat dan kokoh. Rute perjalanan hidup kita akan mempunyai titik tujuan yang jelas. Di antara kedua titik itu—titik pijak dan titik tujuan—setiap langkah kita akan mempunyai titik orientasi yang pasti. Itulah yang akan terjadi bila hidup ini dengan setia berpegang pada satu prinsip: “Pada mulanya Allah”.
Realitas Allah, bagi banyak orang, merupakan sesuatu yang terlalu jauh untuk dapat dijangkau dan terlalu asing untuk dapat dikenal. Ini bahkan tercermin dalam ayat-ayat Alkitab. Misalnya, “Yang Mahakuasa itu apa sehingga kami harus beribadah kepada-Nya dan apa manfaatnya bagi kami, kalau kami memohon kepada-Nya?” (Ayb. 21:15).
Atau, “Dapatkah engkau memahami hakikat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit—apa yang dapat kau lakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati—apa yang dapat kau ketahui?” (Ayb. 11:7-8). Sekali lagi, soalnya bukanlah percaya atau tidak percaya, melainkan apa yang harus dipercayai. Apa konkretnya?
Buku 365 Anak Tangga Menuju Hidup Berkemenangan ini lahir dari komitmen Eka Darmaputera untuk menyiapkan bahan pembinaan mingguan bagi warga jemaatnya. Bagi Eka, khotbah saja tidaklah cukup. Warga jemaat perlu dibekali dengan bacaan rohani yang bisa dibaca kapan dan di mana saja ia berada.
Terdapat “365 renungan” yang dapat dibaca dan direnungkan setiap hari bagi umat kristiani. Tujuh tahun lamanya dengan tekun dan setia, Eka menulis karya ini. Semua itu dikerjakannya hanya karena satu hal, yakni “hidup ini harus menjadi berkat sebesar-besarnya bagi sebanyak mungkin orang”.
Aneka topik renungan yang ditulis Eka, berbicara tentang pergumulan iman warga jemaat. Namun semua topik bermuara pada satu tema, yakni meraih hidup berkemenangan. Isi setiap topik mengingatkan kita bahwa segala sesuatu hanya bisa diraih lewat pengorbanan, kerja keras, kesungguhan, dan komitmen yang kuat.
Dalam perjalanan spiritualnya yang dituangkan dalam buku ini, Eka mulai dari yang paling mendasar, yakni hidup bertolak dari Allah dan mulai bersama-sama dengan Allah. Ia ingin kita semua menjalani proses kehidupan ini dengan waspada, kritis terhadap tantangan, dan pilihan yang ditawarkan dunia kepada kita.
Sebagai orang-orang percaya kita diingatkan untuk selalu berpegang teguh pada iman dan nilai-nilai kristiani serta mewujudkan makna beragama dalam kehidupan bersama. Karena itu, kita diajak untuk selalu peka terhadap ajaran dunia yang menyesatkan, dan juga peka terhadap nasib sesama umat manusia tanpa memandang suku, agama, golongan, dan rasnya.
Dalam tulisannya, Eka berupaya menuntun dan mengarahkan hidup kita ke arah dan tujuan yang benar. Ia mengajak kita untuk terus berjuang, tidak cepat putus asa, dan tidak cengeng. Dia selalu membawa kita pada realitas kehidupan yang nyata dan sesungguhnya.
Pdt. Eka Darmaputera, Ph.D. dilahirkan di Magelang, 16 November 1942. Mendiang Eka adalah tokoh yang akrab dan dikenal luas dalam masyarakat lewat ‘pelayanannya’ sebagai seorang pendeta dan amat banyak tulisan yang telah dihasilkannya.
Buku ini merupakan karya Eka yang terakhir menjelang kepergiannya menghadap Sang Khalik. Karyanya ini menorehkan banyak kenangan, mengungkap ziarah spiritualitas mendiang Eka Darmaputera, sekaligus menegaskan seluruh komitmen dan moto hidupnya: “Hidup ini harus menjadi berkat sebesar-besarnya bagi sebanyak mungkin orang”. Dan, hingga akhir hayatnya, dia telah membuktikan komitmennya itu dengan ikhlas.

Drs. Syafruddin Azhar adalah kolumnis dan peneliti pada Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP) Jakarta. (http://dinazhar.multiply.com/reviews/item/6)

Download Di sini